Kopi Moanemani, Paling Di Incar Diluar Negeri

Pada ketinggian ini, hawa benar-benar dingin bersama suhu 18 – 23 celcius. Suhu hawa yang dingin, berkabut dan intensitas sinar matahari yang tidak cukup mengakibatkan buah kopi masak lebih lama di pohon. Inilah yang menjadikan kopi arabika Pegunungan Bintang berlainan dan berkwalitas sempurna. Proses pematangan buah yang lama menjadikan zat gizi menumpuk dan rasa kopi condong lebih asam.

Kopi arabika menjadi ditanam th. 1970-an, benih kopi arabika typica didatangkan langsung berasal dari Dogiyai bersama pesawat kecil oleh misionaris Belanda. Kopi arabika Pegunungan Bintang ditanam di Lopkop, Sabin, Distrik Okbab. Andaka, Distrik Okbibab serta Nangultil, Distrik Kiwirok. Selain ditanam secara organik, biji kopi dipanen secara manual, hasil panen termasuk diproses secara manual bersama tangan manusia bukan mesin.

Panasnya mesin pengolah kopi dikira mampu menurunkan mutu kopi. Kopi Pegunungan Bintang miliki rasa khas yakni citrus, berry, jeruk, fruity, sweet chocolate, sugar cane dan peach. Selain dipasarkan di Sentani dan Kota Jayapura, kopi Pegunungan Bintang termasuk diminati oleh kastemer Australia, Selandia Baru, Belanda dan Amerika. Mereka menyatakan bahwa kopi ini benar-benar bisa membuat fokus apalagi saat bermain pada daftar sbobet.

Mengenali Kopi Moanemani

Kabupaten Dogiyai, Papua dikenal sebagai penghasil kopi arabika terbaik di Indonesia. Kopi berasal dari Dogiyai lebih dikenal bersama nama kopi Moanemani. Moanemani merupakan style kopi arabika yang ditanam secara organik oleh petani tradisional suku Mee, di Distrik Mapia, Kabupaten Dogiyai, Papua. Kopi ini benar-benar tenar bagi penikmat kopi di Eropa dan Amerika. Kopi Moanemani ditanam oleh petani Suku Mee di kebun dekat hutan, lereng bukit maupun pekarangan tempat tinggal mereka.

Kopi ini terhadap mulanya diperkenalkan oleh misionaris terhadap th. 1960-an. Pada sementara itu, pesawat kecil sehabis drop logistik di pedalaman, disaat kembali ke Kota Nabire, situasi pesawat didalam situasi kosong. Para misionaris dan pilot berpikir komoditas style apa yang berharga tinggi yang mampu untuk isi pesawat yang kosong dan komoditas ini mampu mensejahterakan masyarakat pedalaman milik situs judi slot bet kecil. Maka sejak sementara itulah, menjadi dilakukan penanaman kopi. Karena Dogiyai terletak di ketinggian 1.000 sampai 2.000 mtr. di atas permukaan laut, maka kopi style arabika yang dipilih.

Dalam sejarahnya, kopi arabika yang ditanam di Dogiyai, bibitnya didatangkan berasal dari Papua Nugini. Sedangkan kopi Papua Nugini sendiri, bibitnya didatangkan langsung berasal dari Kingston, Jamaika. Sehingga kualitasnya tidak jauh beda bersama kopi Jamaica Blue Mountains, style kopi arabika premium terbaik di dunia serta kopi Papua Wamena.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *