Kopi Di Bulan Puasa, Sebenarnya Boleh Tidak Sih?

Buat para pecinta kopi sambil bersantai mengakses daftar sbobet88, pasti penasaran apakah boleh atau tidak minum di bulan puasa? Kopi merupakan minuman yang biasa dikonsumsi orang kala beraktivitas. Biasanya, mereka mengkonsumsi kopi terhadap pagi hari, siang atau sore hari. Namun, normalitas ini harus diubah terhadap kala menjalankan ibadah puasa Ramadan 2021. Selama menjalankan ibadah puasa, umat islam dilarang mengkonsumsi makanan dan minuman dimulai berasal dari kala subuh sampai maghrib. Maka berasal dari itu, bagi muslim fans kopi, mereka cuma dapat menikmati kopi di kala antara maghrib sampai sebelum saat subuh.

Nah, bagaimana sekiranya mereka mengkonsumsi kopi sesaat sesudah berbuka puasa? Dalam keadaan ini, bagaimanakah dampak kopi terhadap tubuh, terutama disaat perut kita cenderung kosong dalam kala yang lama. Menurut Medical Advisor berasal dari Bayer Indonesia, Dr. Suci Sutinah Diah Suksmasari, kopi sebaiknya dikonsumsi kala perut sudah terisi. Sebab, takaran kafein terhadap kopi disebutnya mempunyai dampak yang tidak cukup baik bagi tubuh.

“Boleh-boleh saja namun tidak kala membuka puasa dikarenakan kopi itu kafeinnya memadai berat,” kata Dr. Suci Sutinah Diah Suksmasari

Dampak Kopi Pada Tubuh Di Bulan Puasa

Kadar asam yang tinggi dapat mengakibatkan asam lambung naik. Oleh dikarenakan itu, setelahnya perut dapat jadi tidak nyaman atau bahkan sakit. Efek ini dapat lebih dirasakan bagi para penderita maag. Ada baiknya jika ingin konsumsi kopi di bulan puasa, pastikan sudah mengisikan perut anda dengan hal lain.

“Itu dapat men-trigger asam lambung,” simpul dia.

Well, berasal dari penjelasan di atas, bagi Anda fans kopi yang sedang berpuasa, Anda harus lebih bijak menentukan minuman kala berbuka puasa. Kalaupun harus mengkonsumsi kopi, usahakan untuk isikan perut Anda terutama dahulu bersama makanan. Untungnya keunggulan kopi juga terkenal dapat mampu menghilangkan depresi.

Kopi Di Bulan Puasa

Tips Agar Tidak Dehidrasi

Kendati kopi dibolehkan disaat berbuka, Tirta mengatakan untuk hindari minum kopi kala sahur. “Hati-hati, minum kopi kala sahur dapat berpotensi memberi dampak diuresis dan mengakibatkan dehidrasi. Jika tidak harus benar minum kopi, maka tidak harus minum kopi kala sahur,” tegasnya.

Penerapan normalitas baru sebetulnya butuh waktu, kata Tirta. “Dan terkecuali minum kopi di pagi hari sudah jadi normalitas Anda, makas etidaknya latihanlah tanpa kopi di pagi hari terhadap 2 minggu sebelum saat Ramadan. Namun sekali lagi, tidak seluruh orang dapat mengalami keadaan ini. Apabila Anda sudah terbiasa, maka tetap dapat terapkan normalitas lama atau bersama mengurangi jumlah takaran kopi yang diseduh,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *