Hal Yang Harus Diperhatikan Saat Membuat Kopi Tubruk

Seperti namanya, tubruk merupakan sebuah cara membuat kopi yang menubrukkan kopi dan air secara langsung.

Kopi terendam (dengan metode immersion) dan langsung siap minum. Tahapannya juga singkat. Hanya membutuhkan waktu 4 menit saja.

 

Apa Itu Kopi Tubruk?

Kopi tubruk merupakan cara membuat kopi yang paling awam. Di rumah-rumah, kopi tubruklah yang paling sering dihidangkan. Di kantor dan di tempat kerja pun demikian.

Di desa, para petani sering membawa bekal kopi bubuk dan air panas (serta gula) untuk ngopi di ladang. Dalam acara umum seperti pertemuan maupun pengajian, kopi tubruk sering disajikan.

Di Indonesia sendiri, kopi tubruk sering diidentikkan dengan di hitam manis. Setelah di tubruk, kopi sering langsung dicampur dengan gula.

Namun di kedai-kedai kopi (dan baiknya) kopi tubruk disajikan tanpa gula untuk merasakan langsung karakter kopi yang diminum serta untuk kesehatan.

Walau terkesan gampang, namun ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat membuat kopi tubruk, yaitu:

 

1.Air

Dalam sajian kopi tubruk, 90 persen lebih isi cangkir kita adalah air. Karena itu, peranan air sangat penting. Pastikan air yang kita gunakan bersih dan pada temperature yang tepat.

Air semacam ini distilasi bisa lebih mengeluarkan karakter kopi. Jika taka da, gunakan air mineral atau air yang digunakan sehari-hari saja.

Pastikan air tersebut segar, tak berasa, dan tak berbau. Untuk kopi tubruk, air biasanya dipanaskan hingga sekitar 90 derajat Celcius, jika tak memiliki thermometer, masak air hingga mendidih dan biarkan selama 1,5 – 2 menit.

 

2.Kopi Yang Akan Diseduh

Bagian terpenting selanjutnya adalah, harus punya kopi. Yang harus dipastikan dan diprioritaskan adalah kesegaran si kopi.

Dalam hal ini, direkomendasikan menggunakan biji kopi yang baru digiling. Lebih ideal lagi, biji kopi yang akan kita giling harus segar juga.

Ia harus fresh dari tempat roasting (sangria). Jangan gunakan biji kopi sangria yang sudah mendekam lebih dari 2 bulan.

Karena itu, baiknya kita memiliki grinder (penggiling kopi) sendiri. Dengan cara ini, seduhan kopi tubruk yang nanti kita hasilkan akan lebih segar, beraroma, dan mengeluarkan karakter terbaiknya.

Hal kedua, perhatikan ukuran gilingnya. Untuk kopi tubruk, biasanya biji kopi digiling halus (fine). Semakin kasar ukuran giling kopi, akan semakin susah air untuk melarutkan sari-sarinya.

 

3.Alat Seduh

Selanjutnya, perhatikan alat-alat yang digunakan. Pastikan alat tersebut bersih. Untuk kopi tubruk, alat yang digunakan juga sederhana.

Ada panic untuk memasak air, teko untuk menuang air, sendok untuk mengaduk, serta server atau cangkir untuk wadah si kopi tubruk.

 

4.Rasio Kopi dan Air

Perbandingan kopi dan air sangatlah penting. Jika air terlalu banyak, seduhan akan encer. Jika dosis kopi terlalu banyak, ia bisa mengalahkan rasa dan karakter lain.

Prinsip yang biasa dipegang adalah 1 / 15. Satu bagian kopi untuk 15 bagian air. Jika kita punya kopi 20 gram, maka air yang kita gunakan sekitar 300 ml. Prinsip ini dipercaya akan mengeluarkan rasa serta karakter kopi secara optimal.

 

5.Waktu Seduh

Timing is everything. Agar seduhan kita menghasilkan aroma dan rasa terbaik, perlu waktu seduh yang tepat. Untuk metode tubruk ini, waktu yang kita butuhkan kira-kira 4 menit.

Sebagai tambahan, pada awal menyeduh sebaiknya kita membasahi kopi selama 30 detik. Ini kita lakukan untuk memanaskan bubuk kopi secara awal (pre-heating). Selain itu, ini juga kita lakukan untuk mengeluarkan gas yang terkandung di kopi dan sela-selanya.

 

Itulah beberapa hal yang harus diperhatikan saat membuat kopi tubruk. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *