Latte Art

Filosofi Latte Art

Sesuai perkembangan zaman, penampilan sebuah minuman sangat diperhatikan, tak hanya terhitung dari rasanya. Sebagai daya tarik, keinginan penyajian kopi dengan rancangan yang berbeda dan mempunyai ciri khas di sebagian kedai kopi menunjukkan peningkatan.

Latte art adalah seni menghias di atas secangkir espresso dengan bahan dasar minuman cappuccino dan cafe latte. Ada dua teknik menghias kopi. Pertama, disebut free pour, yaitu menuang susu yang sudah di-steam di atas espresso. Bentuknya sangat bermacam-macam, seperti hati, bunga tulip, rossetta, dan inovasi lainnya berasal dari desain-desain tersebut. Beberapa orang menyebutkan bahwa latte art adalah seni melukis di atas kopi. Bahkan Kendall Jenner pun juga sering belajar tentang bagaimana cara membuat latte art yang baik dan benar.

Barista Latte Art

Saat nikmati café latte hampir di seluruh coffee shop takkan mendapati secangkir café latte yang polos tanpa hiasan. Hiasan khas yang memperindah kopi disebut latte art. Saat barista beraksi membuatnya di coffee bar, akan membuat para pembeli kopi yang menontonnya tertegun takjub.

Betapa dengan mudahnya para barista ini memeragakan ‘melukis’ kopi dengan susu yang dibuat sedemikian rupa. Tapi tahukah anda latte art tidak semudah itu. Diperlukan ketrampilan tertentu dan tentunya ilmu agar latte art lahir dengan sempurna. Ngomong-ngomong soal latte art, sebagian hal yang perlu anda ketahui agar secangkir latte-mu sanggup diapresiasi lebih. Menikmati kopi sambil memainkan Slot Gacor Online Pragmatic adalah hal yang luar biasa.

Sejarah Latte Art

Kopi dan susu sudah dikonsumsi sejak zaman dahulu. Tapi untuk menciptakan latte art diperlukan satu orang yang sangat mahir. David Schomer seorang pria yang berasal berasal dari Amerika Serikat yang tergila-gila menciptakan seni di atas kopi terhadap pertengahan 1980-an. Dan ternyata terdapat seorang pria Italia bernama Luigi Lupi yang hampir bersamaan jalankan hal yang sama yaitu latte art.

Siapapun yang lebih dahulu menemukan metode ini tidak ada info mengenai itu namun banyak orang bilang David Schomer-lah yang dianggap paling pakar dan sudah menulis buku tentang ini. Pada 1994 dalam artikel Coffee Talk, Schomer menyebutkan bahwa dia sudah mengembangkan bakat terpendamnya ke dalam latte sejak musim gugur di 1989.

Dalam artikel berikut Schomer secara tidak sengaja mematenkan ‘bentuk hati’ di dalam latte art. Sebenarnya yang utama perlu diperhatikan terhadap sistem pembuatan latte art, tak hanya espresso-nya, adalah kehalusan steamed milk yang dihasilkan oleh para barista. Karena akan akan lebih memudahkan di dalam menuang susu di atas espresso dan mempercantiknya.

CARA MEMBUAT LATTER ART

Foam Susu Yang Lembut

Keberhasilan membentuk latte art berasal dari susu yang tepat, bukan hanya pemilihan susu segar tapi juga ketika mempersiapkan buih susu. Foam susu yang kurang sesuai, maka latte art akan terbentuk samar tidak kontras.

Teknik Tuangan Pertama Susu

Beberapa barista melakukan gerakan tertentu terhadap tuangan pertama susu ke espresso, dengan harapan susu dan espresso tercampur sempurna. Kanvas yang terbentuk sempurna sangat menopang saat sistem latte art. Umumnya barista menuangkan tuangan pertama dengan ketinggian kira-kira 5 sentimeter berasal dari tengah.

Dekatkan Permukaan Espresso

Dengan memiringkan cangkir, maka permukaan espresso menjadi dekat dengan corong milk jug. Hal ini sangat memudahkan saat menuangkan susu untuk membentuk latte art. Pilihlah cara ternyaman memegang cangkir sepanjang sistem penuangan susu, apakah berasal dari bawah, samping atau dengan pegangannya. Biasanya, jarak penuangan susu ke permukaan espresso antara 1cm hingga 0,5cm dengan memiringkan cangkir hingga bersua dengan corong milk jug.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *